hello my star !!!
Cara menulis puisi.
Pada kesempatan kali ini, saya akan uraikan untuk Anda bagaimana cara membuat puisi yang baik dengan penempatan bait dan baris yang benar sehingga akan tercipta sebuah karya sastra nan indah dan bermakna.
Pada dasarnya, menulis puisi itu mirip seperti halnya membuat cerpen.
Yaitu membutuhkan imajinasi, emosi serta kemampuan mengolah kata agar puisi yang dibuat menjadi karya sastra yang menyentuh hati.
Kalau diperhatikan, banyak orang berpikir bahwa “katanya” membuat puisi itu mudah. Dan bisa saja benar apa yang mereka pikirkan, jika : Mereka memang ahli menulis puisi.
Iya kan?
Namun apa jadinya jika Anda benar-benar pemula dan awam tentang puisi.
Tidak perlu khawatir, karena beberapa jam ke depan saya pastikan bahwa Anda akan mampu menciptakan sebuah karya puisi yang baik.
Serius..
Makanya lanjut terus baca artikel ini.
Menulis puisi mempunyai kemiripan dengan cara menulis lainnya.
Artinya, semakin sering Anda lakukan, maka semakin terasah kemampuan dan kepercayaan diri Anda dalam menulis.
Nah supaya lebih jelas dan mudah dipahami, di bawah ini saya rangkum beberapa cara menulis puisi khusus buat pemula.
Cara Menulis Puisi yang Baik dan Benar untuk Pemula
3 Langkah ini akan memandu Anda menciptakan karya puisi hebat.
- Kreatif
- Tingkatkan kualitas puisi
- Jadikan puisi lebih hidup
1. Kreatif
Kenapa menulis puisi harus kreatif?
Begini,
Sikap kreatif akan membawa siapapun menjadi lebih maju dibanding yang lainnya. Termasuk jika Anda lakukan dipelbagai hal dalam kehidupan.
Nah begitupun ketika membuat sebuah puisi, sikap kreatif akan membawa Anda pada kemudahan.
Saya kasih contoh sikap kreatif dalam menulis puisi.
A. Gali ide mulai dari Anda sendiri
Menulis puisi sering kali tercipta dari sebaris atau dua baris bait tulisan acak dan kadang tidak begitu jelas.
Namun selanjutnya Anda harus bisa mencoba menambahkan dengan menulis kata atau kalimat yang berhubungan dengan kalimat acak tadi.
Kira-kira seperti ini :
Ketika sinar mentari sepi dan kian memudar,Saat isyaratmu, dedaunan ..Siang seperti hendak tenggelam,Wahai lembayung senja, apakah malam segera menjemput?
Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk mendapatkan ide dari kalimat acak tadi, inilah pemicunya:
1. Cari dan perhatikan beberapa karya puisi, dari berbagai sumber yang berbeda.
Lalu ambil beberapa kalimat dari puisi-puisi tadi serta coba fokus untuk mencocokkan beberapa kalimat yang bisa berhubungan erat dengan kalimat acak yang Anda buat tadi.
2. Tuliskan apapun kata atau kalimat dan frase yang muncul di kepala saat Anda memikirkan ide tersebut.
Biarlah mengalir apa adanya, tulislah kalimat apapun yang muncul spontan dari dalam hati Anda.
3. Jika Anda menyadari, dari kalimat acak yang Anda buat pertama tadi kira-kira tema apa yang ada di dalamnya.
Misalnya, kalimat tadi berhubungan dengan keindahan alam atau seperti bait yang saya tulis mengenai lembayung senja.
Maka yang harus Anda lakukan adalah mengunjungi beberapa tempat yang indah di sekitar tempat Anda.
Pemandangan yang alami mungkin dapat menginspirasi Anda untuk menulis beberapa baris, meskipun mungkin belum sempurna.
B. Membaca dan mendengarkan
Mencari ide-ide puisi memang sulit.
Namun jika Anda mau melakukan beberapa hal di bawah ini, bisa jadi lebih memudahkan Anda.
1. Dengan membaca tentu saja dapat memberikan banyak ide, termasuk untuk Anda.
Carilah lirik lagu favorit Anda dan baca lirik tersebut layaknya puisi. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan banyak ide untuk menciptakan puisi karya sendiri.
2. Banyak puisi-puisi yang bisa langsung Anda dengarkan saat ini. Anda bisa mencarinya di internet, atau membeli CD Mp3 khusus puisi di toko-toko buku.
Perhatikan dan coba dengarkan dengan serius dan fokus kata-kata dalam puisi tersebut.
Memilih tema puisi yang sesuai dengan hasrat Anda, tentu saja akan lebih memudahkan dalam menulis puisi.
Ketika menulis dengan keinginan dan hasrat Anda, coba pikirkan kenapa Anda memilihnya dan kira-kira siapa saja orang yang akan mendengarkan bahkan menonton puisi dengan tema pilihan Anda.
D. Sesuaikan gaya puisi dengan subjek Anda
Sebelumnya,
Saya akan menjelaskan secara singkat tentang jenis puisi, supaya Anda lebih memahami, sehingga lebih mudah cara menulis puisi ke depannya.
Puisi terbagi menjadi dua (2) jenis, yaitu :
- Puisi Lama yaitu puisi yang masih terikat dengan aturan-aturan, seperti : jumlah kata, jumlah baris dan rima.
- Puisi Baru yaitu bentuknya lebih bebas misalnya dalam jumlah baris, suku kata, maupun irama.
Baik,
Agar Anda lebih pintar dan tahu istilah-istilah dalam puisi, silahkan sempatkan untuk membaca artikel dibawah ini:
Dalam menyesuaikan gaya puisi yang ingin Anda ciptakan saat ini, sebagai penulis/penyair puisi pemula, abaikan dulu semua aturan dan gaya serta jenis-jenis puisi yang Anda sudah pelajari di atas.
1. Pada tahap awal ini saya ingin supaya Anda bisa menulis bebas gaya sesuai yang diinginkan dan Anda pikirkan.
2. Meskipun pilihannya mungkin tidak sejelas yang Anda pelajari tadi, bentuk puisi terbaik umumnya akan terwujud sendiri saat proses penulisan.
3. Menulis saja sesuai gaya dan hasrat secara mengalir dari pikiran Anda.
2. Tingkatkan kualitas puisi
Cara menulis puisi telah sampai pada tahap ini, saya beranggapan bahwa Anda telah menulis beberapa bait puisi, namun perjalanan tentu saja tidak sampai disitu.
Anda harus melakukan perbaikan kualitas dari puisi yang sudah Anda tulis tadi.
Ini penting.
Anda tidak akan bisa menciptakan karya puisi hebat jika mengabaikan langkah ini.
A. Pilih kata-kata yang tepat
1. Lakukan pemisahan kata-kata yang dianggap kurang penting.
Lalu ambil kata yang mengandung makna puisi lebih mendalam. Pilihlah kata tersebut dengan teliti.
Perbedaan antara kata yang berbunyi sama atau sinonim dapat mengarah pada permainan kata yang lebih menarik.
2. Jika sudah memisahkan dan mengambil kata yang mempunyai makna puisi yang lebih mendalam, saatnya Anda kembali menggabungkan beberapa kata hasil seleksi tersebut.
Gabungkan hingga menjadi kalimat yang sempurna.
3. Pisahkan lagi kata yang tidak terpakai, lalu tambahkan lagi kata-kata yang lain jika ada kalimat yang menurut Anda kurang enak dibaca.
Anda tentunya ingin terus memperbaiki puisi Anda hingga memiliki struktur kata yang kuat dan bermakna.
B. Gambar dan deskripsi sebagai tambahan kekuatan
Bukan hanya dalam menulis artikel berkualitas pada blog saja, penggunaan gambar dan deskripsi merupakan hal yang tidak dapat diabaikan juga dalam menulis puisi.
Hal ini sangat berguna sebagai tambahan kekuatan pada makna puisi tersebut hingga pembaca akan tenggelam saat membaca teks puisi tersebut.
Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi pertimbangan saat menulis deskripsi.
1. Puisi yang berkualitas tidak hanya memberikan imajinasinya terhadap pembaca, namun dapat menyajikan lebih dari itu.
2. Menggambarkan dengan lebih jelas merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Tunjukan pada pembaca dan pendengar apa yang Anda ingin sampaikan lewat puisi tersebut.
Ini adalah kata-kata yang menggambarkan hal yang Anda dengar, lihat, rasakan, sentuh, dan cium, sehingga pembaca dapat merasakan sesuai pengalaman mereka sendiri.
Perhatikan puisi di bawah ini,
Ketika sinar mentari sepi dan kian memudar,Saat isyaratmu, dedaunan ..Siang seperti hendak tenggelam,Wahai lembayung senja, apakah malam segera menjemput?
Kata “sepi dan kian memudar” memberikan kekuatan rasa sehingga menimbulkan reaksi bagi pembaca dan imajinasi tentang pengalaman yang pernah terjadi dalam hidup mereka.
Mereka akan benar-benar merasakan saat matahari mulai tenggelam dengan pesonanya yang begitu indah.
3. Hal abstrak sering kali menjadi senjata dalam menulis puisi.
Perasaan cinta, dendam, kebencian, kebahagiaan dan keindahan merupakan hal abstrak yang selalu dimasukkan dalam puisi.
Ternyata hanya dengan hal abstrak seperti itu saja tidaklah cukup dalam menciptakan karya puisi yang hebat.
Hasilnya tidak akan menarik. Biasa saja.
4. Menambahkan keindahan abstrak dengan gambaran nyata pada puisi akan menjadi solusi mengenai hal ini sehingga akan memicu emosi pembaca.
Perhatikan lagi puisi di bawah ini :
Ketika sinar mentari sepi dan kian memudar,Saat isyaratmu, dedaunan ..Siang seperti hendak tenggelam,Wahai lembayung senja, apakah malam segera menjemput?
Kata “dedaunan” akan memberi gambaran lebih nyata kepada pembaca.
Anda juga dapat menambahkan kata yang lain seperti, bunga mawar, ikan hiu atau misalnya api yang berderak.
C. Berikan pesan dan kesan di akhir puisi
Tentu saja sebagai penutup dari sebuah puisi harus di akhiri dengan kalimat yang memberikan kesan dan pesan untuk pembacanya.
Kesan yang mendalam akan selalu diingat dan sesuatu yang dapat memicu reaksi emosional. Beri pembaca Anda bahan pemikiran, sesuatu untuk direnungkan setelah membaca puisi Anda.

Komentar
Posting Komentar